Jumat, 18 November 2011

Awal cerita Vradwin..

Jumat di Jakarta looks like a messy day. Karena macet yang menyebabkan semua orang Jakarta lebih memilih untuk duduk2 manis atau nongkrong2 di cafe atau dimanapun itu. Dan akhirnya, hari ini gw memutuskan untuk ke kuningan village bareng temen2. Tidak seperti Jumat2 biasanya, karena hari Jumat ini, gw tidak ditemani sang pacar untuk nongkring2 alias duduk2 manis bersenda gurau bareng temen2. Jumat ini berbeda, karena gw ditemani seorang teman kantor, yang masih baru bergabung di tempat gw bekerja. Awalnya gw dan seseorang ini (sebut saja namanya Vradwin) cuma teman biasa yang tegoran atau bahkan ngobrol pun jarang terhitung gak pernah. Sampai suatu ketika di sore hari, si Vradwin secara random menanyakan Pin BB dari semua temen2 gw yang satu divisi juga sama gw. Awalnya gw ngerasa wajar karena kita memang rekan satu kantor. Sampai suatu ketika disuatu malam, Vradwin mulai mengirimkan bbm ke gw. Lagi-lagi awalnya bbm ini terlihat wajar, sampai lama-lama percakapan gw dan Vradwin berubah ke arah yang lebih menunjukkan perhatiannya si Vradwin.

Jauh dari dugaan gw, Vradwin yang gw kira orang yang serius, ga begitu suka ngobrol sama orang-orang di kantor, ternyata adalah seorang sosok yang berbeda. Gw mulai mengenal dia yang begitu menyenangkan, yang ternyata suka becanda dengan wajah "cool" nya dan pada akhirnya gw merasakan sebuah kenyamanan. Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dekat dengan pria keturunan Batak dan Jawa ini.

Kembali lagi ke topik, Jumat ini, gw berniat mendekatkan seorang teman wanita gw (sebut saja namanya Putri) dengan teman pria gw (sebut saja namanya Putra). Rencananya, gw emang cuma mau jalan sama Putri dan Putra, menghabiskan waktu Jumat malam di sebuah cafe di bilangan Kuningan - Jakarta Selatan. Tetapi rencana ini agak bergeser sedikit, karena ternyata Vradwin akhirnya ikut juga nongkrong bareng, jadi untuk pergi ke cafe ini gw bareng dengan Vradwin. Sepanjang perjalanan menuju ke cafe ini, gw dan Vradwin belum pada tahap kehabisan cerita, dan cukup menyenangkan untuk bercanda ataupun berbicara serius dengan dia. Sampai akhirnya gw dan Vradwin seakan terbius dan terbawa pada suasana, untuk pertama kalinya he held my hand. Ada rasa yang begitu berdegup rasanya, sampai suatu ketika gw sadar saat melihat Putra dan Putri di depan gw yang datangnya beberapa menit kemudian setelah gw dan Vradwin sampai di cafe itu. Tujuan gw mendekatkan Putra dan Putri ini adalah karena Putri memiliki seorang pacar yang berbeda keyakinan dengan dia. Sedangkan gw dan Vradwin pun juga memiliki keyakinan yang berbeda. Vradwin yang selalu memberikan pelayanan di gereja nya dan gw seorang dari anak tokoh masyarakat yang dikenal cukup alim di lingkungan perumahan gw tinggal. Bokap gw merupakan penganut agama Islam yang kuat, nyokap gw yang rata-rata keluarganya pernah mengenyam pendidikan di pesantren, itu sangat-sangat tidak akan mungkin bisa menerima keberadaan Vradwin untuk masuk dalam kehidupan gw.

Tersentak lagi gw pun tersadar, pelan-pelan Vradwin mulai mengisi kekosongan yang diakibatkan sifat cuek dari pacar gw sendiri. Pelan-pelan Vradwin mulai mengenal gw dan begitu pula sebaiknya. Pelan-pelan Vradwin mulai memasuki alam pikiran bawah sadar gw dan membuat gw khawatir ketika dia sakit. Pelan-pelan tetapi pasti, gw gak boleh terbuai dengan perasaan atau entah apa ini namanya terhadap Vradwin. Gw dan Vradwin itu jelas "beda". Dan satu hal nyata yang harus gw jalanin sekarang adalah, gw udah punya pacar yang keluarganya sudah seperti keluarga gw sendiri. Gak, ini emang gak boleh diterusin.

Semoga setelah tidur malam ini, gw berhasil menyelesaikan urusan perasaan gw dengan Vradwin. Semoga ini hanya sesaat aja karena mungkin gw dan Vradwin terbawa suasana yang mengakibatkan sepanjang malam di cafe hingga pulang, Vradwin tidak melepaskan genggaman tangannya.

Dan semoga ini hanya sesaat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar