Hari ini saya belajar, bahwa cinta itu seharusnya tidak egois..
Mencinta yang sebenarnya adalah ketika kamu merasakan ketulusan tanpa mengharapkan imbalan akan cinta itu sendiri..
Hari ini saya belajar, belajar dari seorang yang telah kehilangan istri yang dicintainya dan telah mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih 33 tahun. Sampai akhirnya sang istri meninggal karena penyakit gagal ginjal yang diderita oleh istrinya.
Hari ini saya juga belajar untuk tidak egois dalam mencinta, ketika saya tahu bahwa saya sudah benar-benar kehilangan orang yang sebenarnya saya cintai tetapi karena keegoisan saya sendiri, cinta itu pergi dengan sendirinya sehingga saya benar-benar sadar bahwa keegoisan membuat kita menyia-nyiakan orang yang kita cintai.
Hari ini, ketika saya menyadari akan cinta yang saya miliki dan akhirnya saya kembali kepada orang tersebut untuk membalas cinta yang kemarin saya sia-siakan, ternyata semuanya sudah terlambat. Orang tersebut sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan wanita yang sudah menjaga nya. Mungkin memang sudah sangat terlambat, dan sayapun tidak menyalahkan pria tersebut, karena memang awalnya dan beberapa kali saya menariknya dan meninggalkannya atau menyia-nyiakan kasih yang sudah diberikan. Sampai akhirnya berita ini pun diucapkan langsung olehnya.
Terima kasih atas semua pelajaran yang sudah diberikan. Mungkin memang sudah terlambat untuk menyadari atau menyanginya, tetapi ini pelajaran yang sangat berharga buat saya. Ketika saya ternyata juga sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak sepenuhnya men “treat” saya sama seperti dia memperlakukan saya dulu. Bukan maksud untuk membandingkan, tetapi penyesalan memang selalu datang di akhir cerita. Mungkin cerita saya dan cinta pertama saya ini memang seharusnya disudahi. Hingga akhirnya saya sadar bahwa kita tidak pernah tahu akan sesuatu hal yang berharga sampai sesuatu yang berharga itu benar-benar hilang.
Hari ini saya belajar, belajar untuk lebih menghargai cinta, belajar untuk lebih menghargai perasaan, belajar untuk menerima kenyataan, dan ikhlas ketika sesuatu yang sangat berharga harus pergi.
Dan esok hari saya juga harus belajar untuk menjadi orang yang baru dengan cinta yang baru.
Terimakasih cinta pertama ku, kau telah memberikan aku pelajaran yang sangat berharga akan sebuah ketulusan. Kau telah menyadarkan ku untuk tidak menyia-nyiakan orang yang sudah sayang dan banyak berkorban tanpa pamrih demi orang yang disayanginya. Terimakasih cinta pertamaku, aku selalu berdoa untukmu dan kebahagiaanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar